The Dance Company: ‘THE DANCE COMPANY’, Empat Otak Satu Jiwa

Apa jadinya jika empat musisi Indonesia yang tak lagi dipertanyakan gaya musik mereka bersatu membuat band? Ya, ini dia The Dance Company. Dengan karakter unik masing-masing personel seperti Nugie, Baim, Pongky Barata, dan Aryo Wahab, mereka membentuk satu band yang isi albumnya begitu menceriakan. As their name, let’s dance.

Berawal dari keisengan saat berada di Pulau Dewata, Bali, Pongky tergelitik melihat satu papan nama sebuah toko bertuliskan Dance Company. Ia pun bertekad, jika suatu saat nanti punya band lagi – selain Jikustik yang sudah lama vakum, ia bakal menamai band itu dengan The Dance Company.

Hasilnya? Jangan ditanya. Walau beda visi pada awalnya, keempatnya mampu menyatukan kebebasan yang ada. Bukan untuk lebih lebih ternama lagi di jagat musik, atau bahkan soal mengumpulkan pundi-pundi kekayaan. Kabarnya, bahkan kontrak rekaman mereka dengan Nagaswara tidak dibayar dengan uang, melainkan cukup dengan alat komunikasi saja.

Bisa dibilang, lagu-lagu mereka cukup atraktif di album ini. Tengok saja lagu Papa Rock n Roll yang video klipnya kerap tampil di televisi. Di situ keceriaan begitu mengena dengan lirik yang tidak terlalu berat. “Papa mungkin seminggu di Bali, nyari panggung sana sini, papa gak pulang beibeh, papa gak bawa uang beibeh.” Agak lucu, tapi berkualitas dalam segi musikalitas. Apalagi cerita lagu ini sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda dengan mereka, yang memang sering keluar kota untuk manggung sana-sini, tapi tetap mengutamakan istri yang ada di rumah.

Di lagu Modal Cinta, irama yang dibawakan Pongky dkk berubah agak nge-jazz, tapi tak menghilangkan irama ceria mereka. Lagu ini bercerita tentang pria yang bermimpi bisa jadi jutawan dengan wajah rupawan. Andai punya itu semua, gadis yang disukainya pasti tak mungkin tak meliriknya. Yah, kenyataan memang, tapi kembali lagi cinta lebih penting dari segalanya.

Sementara di lagu andalan lainnya, So Far Away, perpaduan vokal dan irama yang lebih ‘soft’ diusung The Dance Company. Lagunya bisa dibilang agak ke boysband, namun tetap mantap dengan segala keromantisan mereka. Selain lagu ini, mereka masih punya sederet lagu yang wajib didengarkan. Misalnya saja Coba Kau Bayangkan, Say What You Say, dan pastinya Dance Company yang juga nge-beat.

Jadi, jangan ketinggalan perpaduan bakat dan otak yang ada pada keempat musisi ini. Yah, bisa dibayangkan seperti apa, terlebih The Dance Company sendiri bisa mengubah mereka dari Baim menjadi Bebe, Pongky jadi Wega, Aryo menjadi Riyo, dan Nugie yang bertransformasi jadi Mbot. Dan sebagai catatan, untuk menghilangkan kecemburuan dan tidak adanya salah satu saja yang menonjol, mereka mampu membagi kapabilitas masing-masing personel di album perdana in

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: