The Rain: ‘PERJALANAN TAK TERGANTIKAN,’ Sisi Tangguh Perjalanan Empat Bocah Jogja

The Rain memang terkenal dengan lagu mellow-nya yang cocok didengarkan sebagai soundtrack saat pendengarnya meneteskan air mata. Namun, di album keempatnya ini, nampaknya mereka telah beranjak dari tahap cengeng menjadi sosok yang lebih tangguh yang menerima kesedihan dengan ketangguhan lagu-lagu mereka.

Untuk membuktikan itu, band asal Jogja ini mengeluarkan single pertama mereka yang bertajuk Boleh Saja Benci. Walaupun tak kehilangan ciri khas The Rain dengan suara menyayat Indra, lagu ini bisa dibilang amat ceria dan sesuai dengan selera pasar saat ini. Meski masih tetap menceritakan tentang kegagalan cinta, tapi mereka meramunya dengan musik ringan dan ceria khas Koes Plus (sesuai dengan footnote yang selalu mereka tambahkan di tiap akhir lirik lagunya).

Namun The Rain nampaknya memang tidak bisa meninggalkan konsep awal ‘Indonesia mellow band’ dalam lagu Meninggalkan Cerita Ini. Di sini, meski bisa dibilang lebih ceria dibanding lagu-lagu The Rain sebelumnya, namun lagu ini terasa cukup menyedihkan. “Jadi biarlah aku pergi/ Meninggalkan cerita ini/ Pedih memang pedih/ Tapi ku mengerti.” Pas sekali dengan catatan yang diselipkan The Rain di akhir lirik lagu, “Sebuah lagu sedih yang berbalut senyuman.”

Untuk mengembalikan mood ceria, coba dengarkan Warna Hidup, Apakah Kau Merasa, Dengan Sederhana, dan Percaya. Namun yang paling tak bisa dilupakan tentu saja Psychedelic Rain. Penggunaan distorsi gitar memenuhi seluruh lagu ciptaan Indra ini. Suara Indra pun semakin menyayat hingga kadang memunculkan kesan Tom York dari Radiohead tengah menyanyikan lagu berbahasa Indonesia (tentu saja sengau Inggrisnya harus dihilangkan dulu). Dan memang, Indra mengaku jika lagu tentang kematian ini adalah tribute for Beatles, Radiohead, dan Oasis dengan sedikit pengaruh Hendrix.

Pengaruh musisi-musisi legendaris tak lepas dari album keempat The Rain ini. Dari Beatles hingga Koes Plus. Satu lagi lagu yang amat Beatlesque adalah Untuk Sahabatmu. Terinspirasi seorang pengamen yang bermain gitar sekaligus bermain drum, lirik lagu ini adalah salah satu lirik favorit The Rain.

Setelah Tak Sempurna, sebuah lagu yang menceritakan tentang dunia nyata, The Rain menutup ketidaksempurnaan yang membuat mereka terus berjalan itu dengan Perjalanan Tak Tergantikan. Sebuah frase yang pas untuk menggambarkan semuanya yang terangkum dalam album keempat mereka itu. Seperti sebuah kalimat penutup untuk lirik dalam Meninggalkan Cerita Ini. Mereka menjawab “Entahlah apa lagi misteri yang dibawa waktu/ Singgah di hidupku” dengan “Perjalanan ini tak akan pernah tergantikan.

Satu Tanggapan

  1. he..he..kirain cerita perjalanan, ternyata mbahas band to? jendelakatatiti.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: